Mengupas Misteri Cipularang
Mungkin anda semua pernah mendapat email atau membaca di suatu forum/blog yang isinya tentang misteri atau kecelakaan-kecelakaan di tol Cipularang. Isinya kurang lebih seperti ini :
Tadi jam 22.00 dapet SMS dari temen yang pulang ke Bandung via
Cipularang, kalo di KM 70-an (deket waduk Jatiluhur) ada KIA Visto
silver B 8878 xx yang posisinya ada di depan dia, tiba-tiba mengerem
mendadak dan terguling di jalur sebelah kanan.
Padahal siangnya baru rame-rame membahas imel horor dari milis luar yang isinya sbb :
Mo nambahin Om , ati2 kalo mo jalan malem di Cipularang, terutama stlh
waduk jatiluhur ke arah Bndg. Ada mobil misterius ngedim2. Pengalaman
saya wkt itu mo blk ke Jkt lwt cipularang malem hari. Saat itu sy di
jalur kanan, tiba2 dr blkg ada mbl ngedim2. Abis itu sy minggir ke kiri
ngasih jalan, eh itu mbl ikutan ke kiri jg smbl tetep ngedim2.
Karena kesel sy bejek mbl sy, eh dia ikut2an kenceng jg. Tetep dia msh
ngedim2 jg. Krn kesel di dim mulu, sy intip dr spion tengah itu mbl apa
sih, eh sehabis ngintip spion tengah,sy trs liat jalan di depan, udah
ada buntut truk tinggal beberapa ratus meter lg. Kaget sy rem abis.
Untung gak ngguling. Abis ngerem sy intip spion tengah, mbl td udah
nggak adalg. Sy salip truk ternyata kendaran yg ada cuman mbl sy ama
truk td . Depan gelap nggak ada mbl sama sekali huaaaa…
Cerita ke kakak yg lg kul di Bndg, dia ternyata jg pernah ngalamin yg
kyk gt…
Fenomena apakah yang terjadi..? Perlu mengundang tim pemburu hantu dari
AnTV-kah.. ? So, berhati-hatilah. .
atau email kedua yang seperti ini
Saya ingin berbagi cerita ini kejadian yang terjadi pada hari ke 4
lebaran, temen saya bersama om dan tantenya pergi dari Jakarta menuju
Bandung melewati Tol Cipularang pada siang hari…. pada kecepatan
60Km/jm melewati KM 69, 70 tiba-tiba si sopir yg kebetulan omnya sendiri
yg membawa kendaraan (mobil panther baru)seperti tidak sadarkan diri dan
mengacu kendaraan semakin kencang sehingga kendaraan tersebut tidak
stabil lalu membentur trotoar dan terbalik, pada waktu kejadian di dalam
mobil tantenya sudah mengingatkan utk memelankan kendaraan namun semakin
kencang membawanya sehingga terjadilah kecelakaan tersebut untungnya
tidak ada yg terluka parah walaupun mobil tersebut keadaannya rusak
berat dan kejadian terjadi di KM 72, kendaraan yg berada dibelakangnya
bisa mengerem (mobil honda CRV) kemudian sipengemudi kendaraan tersebut
turun dari mobil, anehnya si pengemudi menyalami om temen saya dan
berkata “selamat pak untung tidak apa2, saya juga sempat hilang sebentar
namun krn melihat kndraan bpk saya kaget dan mengerem”.
Setelah beberapa lama pihak Jasa Marga datang, lalu anehnya lagi ereka berkata “untung bapak di KM 72 kl di KM 68 pasti bapak sudah lewat kl sblumnya ada 2 kecelakan di KM 68 meninggal, memang daerah rawan di 68-72 pak sebaiknya di KM ini lebih berhati-hati dan jgn sampepikiran kosong”, percaya atau tidak dan bukannya menakut2kan tp ini kejadian sungguhan jadi teman2 dr arah Jakartamenuju Bdg melewati Tol Cipularang lebih baik berhati-hati pada KM 68-76.
atau bahkan email dengan nada seperti ini
“saya udah telat 3 bulan…kamu mau kan bertanggung jawab. Masa kamu tega membiarkan anak ini lahir tanpa seorang ayah di sisinya”
Ups….sorry abaikan email yang terakhir. Terlalu bersemangat tadi…hehehe.
Oke kembali ke misteri cipularang
Menurut dua email diatas, kecelakaan-kecelakaan tersebut terjadi di sekitar kilometer 68 – 72. Bahkan di email yang kedua pihak Jasa Marga berkata kalau di kilometer 68 sering terjadi kecelakaan dan memang di situ daerah rawan kecelakan atau di kenal dengan jalur tengkorak. Memang ada apa sih dengan kilometer 68 tol cipularang? Dan mengapa sampai banyak menelan korban di daerah tersebut? Pada postingan ini sayah akan mencoba membahas secara tidak tuntas dan tidak jelas misteri ini, semoga menjadi pencerahan untuk jiwa yang tenang (Peterpan banget) di kala hari sedang kelabu. Enjoy…!!
Kata kunci dari misteri ini adalah kilometer 68, ada apakah dengan angka 68 ??
Pertama kali sayah mendengar, melihat kemudian merasakan kilometer 68, sayah langsung teringat pada suatu hal di pelajaran Probabilitas dan Statistika yang sayah dapatkan waktu kuliah semester 3. Tapi apa yah? Kemudian sayah mencari-mencari text book kuliah Probabilitas dan Statistika, yang mana hal itu tentu sia-sia karena sayah tidak pernah membeli buku tersebut, yang sayah temukan hanya contoh-contoh soal menjelang UTS dan UAS (khas sayah dulu dan sebagian besar mahasiswa ITT Telkom, jarang ada text book tapi lebih memilih mengumpulkan contoh soal). Kemudian sayah mengunjungi mbah google, si mbah bertanya? “cari siapa cep ?” kemudian sayah berkata “probabilitas 68” . Munculah banyak pages atau halaman yang memuat kata kunci Probabilitas dan 68, mata sayah langsung tertuju dengan suatu blog yang memuat kata “Angka 68% itu bukanlah angka ajaib. Itu adalah angka yang ada dalam statistik, khususnya dalam distribusi normal”. Muncul titik terang, distribusi normal.
Sekarang pencarian berlanjut dengan mencari , apakah distrbusi normal ituh? kemana dia pergi? Siapakah ayah ibunya? Apakah dia sudah menikah ? dengan siapa? Saksikan semuanya dalam acara Termehek – Mehek minggu depan bersama Panda dan Mandala.
Seminggu berlalu
setelah minggu lalu bertemu dengan mbah google, sekarang sayah meneruskan pencarian ke rumah tante wiki. Tante keluar, “aya naon kasep? (ada apa ganteng) “. Sayah pun menjawab “ upami Distribusi Normal na aya (kalau distribusi normalnya ada)? “, dan muncul penjelasan dari tante sebagai berikut.
“Distribusi Normal disebut pula distribusi Gauss, adalah distribusi probabilitas yang paling banyak digunakan dalam berbagai analisis statistika. Distribusi normal baku adalah distribusi normal yang memiliki rata-rata dan simpangan baku satu. Distribusi ini juga dijuluki kurva lonceng (bell curve) karena grafik fungsi kepekatan probabilitasnya mirip dengan bentuk lonceng.”
Kira – kira bentuknya seperti ini
Distribusi Normal
Kurva diatas menunjukan bahwa nilai yang paling banyak muncul berjumlah 68 %, dan masih banyak gambar serupa yang menunjukan nilai terbanyak dari sebuah distribusi normal.
Masih bingung apa Distribusi Normal, contoh sederhana bagaimana angka 68% itu muncul sebagai berikut. Jika dalam suatu kandang ayam ada ayam berjumlah 1000 ekor, kemudian anda mendata berat badan dari semua ayam tadi. Ternyata setelah di rata – rata (bahasa ilmiahnya Mean), mempunyai rata-rata berat badan 10 kg (berat amat yah ayamnya). Kemudian kita cari Simpangan Deviasi (SD), simpangan deviasi adalah banyaknya variasi data di sekitar nilai mean. Kita ambil sajah nilai SD = 3, dapat dari mana angka 3 ? ya ini kan asumsi, soalnya kalau SD = 0 dapat dipastikan data yang kita punya bersifat homogen tidak variatip eh…pariatif..aghhh whatever lah…pokokna mah tidak berpariasi. Setelah di dapat Mean dan SD, maka simpangan baku dari data yang kita punya (dengan asumsi ini distribusi normal) adalah 10 – 3 = 7 sampai dengan 10 + 3 = 13. Yang artinya, sebanyak 68% dari 1000 ayam mempunyai berat badan antara 7 – 13 kg atau sebanyak 680 ayam. Dan penyebaran berat badan tersebut berada di sekitar mean (10 kg), sehingga jika di buat dalam bentuk kurva bentuknya seperti lonceng.
Ini bukan hanya terjadi pada ayam tapi juga pada manusia, jika anda mengajukan kuisoner kepada 1000 orang dengan pertanyaan “ apakah Andhika benar – benar ganteng ?” maka sebanyak 68% akan menjawab YA (kira – kira sebanyak 680 orang, lumayan dari pada ga ada yang ngakuin..heheh). Maka dalam semua probabilitas dengan asumsi distribusi normal, pasti akan selalu muncul 68% sebagai angka terbanyak yang muncul.
Terkuaklah asal – usul 68%.
Di hubungkan dengan tol Cipularang. Ternyata jarak Bandung – Jakarta melalui tol cipularang sekitar 100 km, sehingga jika ada pertanyaan. “di kilometer berapakah sering terjadi kecelakaan ?” akan muncul 68% dari jarak total yaitu pada kilometer 68. Terjawab sudah kenapa di cipularang terutama kilometer 68 sering terjadi kecelakaan, karena semua itu memang distribusi normal. Jika ada jalan tol dengan panjang 1000 km pasti akan banyak kecelakaan di kilometer 680.
Tentu saja ada teori – teori lain kenapa banyak terjadi kecelakaan di sana, ada yang bilang itu disebabkan ”Fatique Syndrome“ terjemahan bebasnya adalah sindrom kelelahan karena telah menempuh separo perjalanan Jakarta – Bandung.
Masih banyak misteri di sekitar cipularang, seperti yang rada- rada mistis. Tapi ga akan sayah bahas kalo mistis2an mah, secara sayah mengetik postingan ini menjelang tengah malam, ga lucu ajah lagi enak-enak ngetik ada penampakan..(bilang aja takut dik).
Jadi siapa yang salah? Apakah pihak kontraktor yang membuat jalan sepanjang 100 km? atau pihak pengemudi yang tidak mentaati rambu-rambu lalu lintas? Atau bisa juga karena harga-harga bahan pokok yang belum turun walau BBM sudah turun?
Sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah, teori sayah ini hanya menjawab sedikit dari misteri yang ada, atau malah tidak menjawab sama sekali karena tidak ada sangkut pautnya antar Distribusi Normal dan Cipularang, apalagi ama ayam – ayam yang berjumlah 1000.
Dari berbagai sumber :
http://radjaibrahim.multiply.com/journal/item/90
http://forum.smkn1-cmi.sch.id/index.php?topic=22.0
http://www.kikil.org/forum/thread-2951-post-9214.html#pid9214
http://id.wikipedia.org/wiki/Distribusi_normal
http://priyadi.net/archives/2005/12/20/ulang-tahun-pertama-68/
http://fertobhades.wordpress.com/2008/05/18/68-benar-benar-bohong/#comment-14476
nb :
1. Postingan ini sifatnya hanya bercanda dan tidak bermaksud menyinggung siapa pun. Terutama para korban kecelakaan cipularang.
2. Sama sekali tidak ada hewan terutama ayam yang di siksa dalam percobaan berat badan ayam.
3. Sayah tidak jago matematika atau statistika, kuliahnya aja dapet C.
Sabtu, 02 Juni 2012
Mengupas Misteri Cipularang Mungkin anda semua pernah mendapat email atau membaca di suatu forum/blog yang isinya tentang misteri atau kecelakaan-kecelakaan di tol Cipularang. Isinya kurang lebih seperti ini : Tadi jam 22.00 dapet SMS dari temen yang pulang ke Bandung via Cipularang, kalo di KM 70-an (deket waduk Jatiluhur) ada KIA Visto silver B 8878 xx yang posisinya ada di depan dia, tiba-tiba mengerem mendadak dan terguling di jalur sebelah kanan. Padahal siangnya baru rame-rame membahas imel horor dari milis luar yang isinya sbb : Mo nambahin Om , ati2 kalo mo jalan malem di Cipularang, terutama stlh waduk jatiluhur ke arah Bndg. Ada mobil misterius ngedim2. Pengalaman saya wkt itu mo blk ke Jkt lwt cipularang malem hari. Saat itu sy di jalur kanan, tiba2 dr blkg ada mbl ngedim2. Abis itu sy minggir ke kiri ngasih jalan, eh itu mbl ikutan ke kiri jg smbl tetep ngedim2. Karena kesel sy bejek mbl sy, eh dia ikut2an kenceng jg. Tetep dia msh ngedim2 jg. Krn kesel di dim mulu, sy intip dr spion tengah itu mbl apa sih, eh sehabis ngintip spion tengah,sy trs liat jalan di depan, udah ada buntut truk tinggal beberapa ratus meter lg. Kaget sy rem abis. Untung gak ngguling. Abis ngerem sy intip spion tengah, mbl td udah nggak adalg. Sy salip truk ternyata kendaran yg ada cuman mbl sy ama truk td . Depan gelap nggak ada mbl sama sekali huaaaa… Cerita ke kakak yg lg kul di Bndg, dia ternyata jg pernah ngalamin yg kyk gt… Fenomena apakah yang terjadi..? Perlu mengundang tim pemburu hantu dari AnTV-kah.. ? So, berhati-hatilah. . atau email kedua yang seperti ini Saya ingin berbagi cerita ini kejadian yang terjadi pada hari ke 4 lebaran, temen saya bersama om dan tantenya pergi dari Jakarta menuju Bandung melewati Tol Cipularang pada siang hari…. pada kecepatan 60Km/jm melewati KM 69, 70 tiba-tiba si sopir yg kebetulan omnya sendiri yg membawa kendaraan (mobil panther baru)seperti tidak sadarkan diri dan mengacu kendaraan semakin kencang sehingga kendaraan tersebut tidak stabil lalu membentur trotoar dan terbalik, pada waktu kejadian di dalam mobil tantenya sudah mengingatkan utk memelankan kendaraan namun semakin kencang membawanya sehingga terjadilah kecelakaan tersebut untungnya tidak ada yg terluka parah walaupun mobil tersebut keadaannya rusak berat dan kejadian terjadi di KM 72, kendaraan yg berada dibelakangnya bisa mengerem (mobil honda CRV) kemudian sipengemudi kendaraan tersebut turun dari mobil, anehnya si pengemudi menyalami om temen saya dan berkata “selamat pak untung tidak apa2, saya juga sempat hilang sebentar namun krn melihat kndraan bpk saya kaget dan mengerem”. Setelah beberapa lama pihak Jasa Marga datang, lalu anehnya lagi ereka berkata “untung bapak di KM 72 kl di KM 68 pasti bapak sudah lewat kl sblumnya ada 2 kecelakan di KM 68 meninggal, memang daerah rawan di 68-72 pak sebaiknya di KM ini lebih berhati-hati dan jgn sampepikiran kosong”, percaya atau tidak dan bukannya menakut2kan tp ini kejadian sungguhan jadi teman2 dr arah Jakartamenuju Bdg melewati Tol Cipularang lebih baik berhati-hati pada KM 68-76. atau bahkan email dengan nada seperti ini “saya udah telat 3 bulan…kamu mau kan bertanggung jawab. Masa kamu tega membiarkan anak ini lahir tanpa seorang ayah di sisinya” Ups….sorry abaikan email yang terakhir. Terlalu bersemangat tadi…hehehe. Oke kembali ke misteri cipularang Menurut dua email diatas, kecelakaan-kecelakaan tersebut terjadi di sekitar kilometer 68 – 72. Bahkan di email yang kedua pihak Jasa Marga berkata kalau di kilometer 68 sering terjadi kecelakaan dan memang di situ daerah rawan kecelakan atau di kenal dengan jalur tengkorak. Memang ada apa sih dengan kilometer 68 tol cipularang? Dan mengapa sampai banyak menelan korban di daerah tersebut? Pada postingan ini sayah akan mencoba membahas secara tidak tuntas dan tidak jelas misteri ini, semoga menjadi pencerahan untuk jiwa yang tenang (Peterpan banget) di kala hari sedang kelabu. Enjoy…!! Kata kunci dari misteri ini adalah kilometer 68, ada apakah dengan angka 68 ?? Pertama kali sayah mendengar, melihat kemudian merasakan kilometer 68, sayah langsung teringat pada suatu hal di pelajaran Probabilitas dan Statistika yang sayah dapatkan waktu kuliah semester 3. Tapi apa yah? Kemudian sayah mencari-mencari text book kuliah Probabilitas dan Statistika, yang mana hal itu tentu sia-sia karena sayah tidak pernah membeli buku tersebut, yang sayah temukan hanya contoh-contoh soal menjelang UTS dan UAS (khas sayah dulu dan sebagian besar mahasiswa ITT Telkom, jarang ada text book tapi lebih memilih mengumpulkan contoh soal). Kemudian sayah mengunjungi mbah google, si mbah bertanya? “cari siapa cep ?” kemudian sayah berkata “probabilitas 68” . Munculah banyak pages atau halaman yang memuat kata kunci Probabilitas dan 68, mata sayah langsung tertuju dengan suatu blog yang memuat kata “Angka 68% itu bukanlah angka ajaib. Itu adalah angka yang ada dalam statistik, khususnya dalam distribusi normal”. Muncul titik terang, distribusi normal. Sekarang pencarian berlanjut dengan mencari , apakah distrbusi normal ituh? kemana dia pergi? Siapakah ayah ibunya? Apakah dia sudah menikah ? dengan siapa? Saksikan semuanya dalam acara Termehek – Mehek minggu depan bersama Panda dan Mandala. Seminggu berlalu setelah minggu lalu bertemu dengan mbah google, sekarang sayah meneruskan pencarian ke rumah tante wiki. Tante keluar, “aya naon kasep? (ada apa ganteng) “. Sayah pun menjawab “ upami Distribusi Normal na aya (kalau distribusi normalnya ada)? “, dan muncul penjelasan dari tante sebagai berikut. “Distribusi Normal disebut pula distribusi Gauss, adalah distribusi probabilitas yang paling banyak digunakan dalam berbagai analisis statistika. Distribusi normal baku adalah distribusi normal yang memiliki rata-rata dan simpangan baku satu. Distribusi ini juga dijuluki kurva lonceng (bell curve) karena grafik fungsi kepekatan probabilitasnya mirip dengan bentuk lonceng.” Kira – kira bentuknya seperti ini Distribusi Normal Kurva diatas menunjukan bahwa nilai yang paling banyak muncul berjumlah 68 %, dan masih banyak gambar serupa yang menunjukan nilai terbanyak dari sebuah distribusi normal. Masih bingung apa Distribusi Normal, contoh sederhana bagaimana angka 68% itu muncul sebagai berikut. Jika dalam suatu kandang ayam ada ayam berjumlah 1000 ekor, kemudian anda mendata berat badan dari semua ayam tadi. Ternyata setelah di rata – rata (bahasa ilmiahnya Mean), mempunyai rata-rata berat badan 10 kg (berat amat yah ayamnya). Kemudian kita cari Simpangan Deviasi (SD), simpangan deviasi adalah banyaknya variasi data di sekitar nilai mean. Kita ambil sajah nilai SD = 3, dapat dari mana angka 3 ? ya ini kan asumsi, soalnya kalau SD = 0 dapat dipastikan data yang kita punya bersifat homogen tidak variatip eh…pariatif..aghhh whatever lah…pokokna mah tidak berpariasi. Setelah di dapat Mean dan SD, maka simpangan baku dari data yang kita punya (dengan asumsi ini distribusi normal) adalah 10 – 3 = 7 sampai dengan 10 + 3 = 13. Yang artinya, sebanyak 68% dari 1000 ayam mempunyai berat badan antara 7 – 13 kg atau sebanyak 680 ayam. Dan penyebaran berat badan tersebut berada di sekitar mean (10 kg), sehingga jika di buat dalam bentuk kurva bentuknya seperti lonceng. Ini bukan hanya terjadi pada ayam tapi juga pada manusia, jika anda mengajukan kuisoner kepada 1000 orang dengan pertanyaan “ apakah Andhika benar – benar ganteng ?” maka sebanyak 68% akan menjawab YA (kira – kira sebanyak 680 orang, lumayan dari pada ga ada yang ngakuin..heheh). Maka dalam semua probabilitas dengan asumsi distribusi normal, pasti akan selalu muncul 68% sebagai angka terbanyak yang muncul. Terkuaklah asal – usul 68%. Di hubungkan dengan tol Cipularang. Ternyata jarak Bandung – Jakarta melalui tol cipularang sekitar 100 km, sehingga jika ada pertanyaan. “di kilometer berapakah sering terjadi kecelakaan ?” akan muncul 68% dari jarak total yaitu pada kilometer 68. Terjawab sudah kenapa di cipularang terutama kilometer 68 sering terjadi kecelakaan, karena semua itu memang distribusi normal. Jika ada jalan tol dengan panjang 1000 km pasti akan banyak kecelakaan di kilometer 680. Tentu saja ada teori – teori lain kenapa banyak terjadi kecelakaan di sana, ada yang bilang itu disebabkan ”Fatique Syndrome“ terjemahan bebasnya adalah sindrom kelelahan karena telah menempuh separo perjalanan Jakarta – Bandung. Masih banyak misteri di sekitar cipularang, seperti yang rada- rada mistis. Tapi ga akan sayah bahas kalo mistis2an mah, secara sayah mengetik postingan ini menjelang tengah malam, ga lucu ajah lagi enak-enak ngetik ada penampakan..(bilang aja takut dik). Jadi siapa yang salah? Apakah pihak kontraktor yang membuat jalan sepanjang 100 km? atau pihak pengemudi yang tidak mentaati rambu-rambu lalu lintas? Atau bisa juga karena harga-harga bahan pokok yang belum turun walau BBM sudah turun? Sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah, teori sayah ini hanya menjawab sedikit dari misteri yang ada, atau malah tidak menjawab sama sekali karena tidak ada sangkut pautnya antar Distribusi Normal dan Cipularang, apalagi ama ayam – ayam yang berjumlah 1000. Dari berbagai sumber : http://radjaibrahim.multiply.com/journal/item/90 http://forum.smkn1-cmi.sch.id/index.php?topic=22.0 http://www.kikil.org/forum/thread-2951-post-9214.html#pid9214 http://id.wikipedia.org/wiki/Distribusi_normal http://priyadi.net/archives/2005/12/20/ulang-tahun-pertama-68/ http://fertobhades.wordpress.com/2008/05/18/68-benar-benar-bohong/#comment-14476 nb : 1. Postingan ini sifatnya hanya bercanda dan tidak bermaksud menyinggung siapa pun. Terutama para korban kecelakaan cipularang. 2. Sama sekali tidak ada hewan terutama ayam yang di siksa dalam percobaan berat badan ayam. 3. Sayah tidak jago matematika atau statistika, kuliahnya aja dapet C.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar